Home » Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, perbedaan dengan Distributor

Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, perbedaan dengan Distributor

by Muqit
Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, perbedaan dengan Distributor

Finansiea – Dalam kehidupan sehari-hari, kata agen sering terdengar sebelumnya. Meski penggunaannya cukup familiar, namun masih banyak orang yang belum memahami arti pengertian agen. Penggunaan kata agen sering digunakan untuk menyebut pihak yang bertindak sebagai perantara, seperti agen asuransi atau agen perjalanan.

Dalam dunia bisnis, istilah agen sering disamakan dengan distributor. Namun, keduanya memiliki perbedaan. Berikut penjelasan pengertian agen, distributor, ciri-cirinya, kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Agen

Pengertian agen adalah orang atau badan usaha yang ditunjuk dan diberi kuasa atau kuasa untuk mewakili dan bertindak atas nama badan usaha lain. Misalnya, badan usaha seperti bank bertindak dan bertindak sebagai agen. Orang atau perusahaan ini akan bertindak sebagai perantara untuk pihak yang dicalonkan. Tujuannya adalah untuk mencari penjualan bagi pihak atau perusahaan yang menominasikannya.

Dengan kata lain, pihak yang menjadi agen akan bertindak sebagai perwakilan dari nama atau perusahaan pada prinsipnya untuk memberikan layanan dan layanan, dan akan mematuhi ketentuan perpanjangan perjanjian.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agen adalah perantara atau pelaku usaha yang mencari penjualan untuk usaha lain atas nama pemborong atau perwakilan.

Sedangkan dalam e-book hukum dagang, agen dagang adalah orang yang memiliki perusahaan, yang fungsinya bertindak sebagai perantara yang menyediakan untuk mengadakan perjanjian-perjanjian tertentu. Misalnya, kontrak penjualan antara pihak ketiga dan prinsipal.

Agen dikirim langsung dari fidusia ke konsumen, dalam hal ini agen adalah perwakilan bisnis (komersial, dll) dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan agen.

Hubungan agen dengan bisnis yang membeli barang adalah pengaturan kontrak. Di mana hubungan kontrak kerja itu disebut kontrak agency atau kontrak keagenan.

Baca juga : Term of Reference (TOR) : Pengertian, Tujuan, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Ciri – ciri Agen

agen tidak hanya merujuk kepadaperseorangan,  perusahaan,  atau lembaga. seseorang atau lembaga dapat dikatakan agen apabila memenuhi beberapa ciri-ciri berikut ini.

  1. Area pemasarannya tidak terlalu luas.
  2. total penjualan dealer umumnya kurang dari distributor.
  3. Dealer membeli barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke agen.
  4. Reseller dapat membuka pintu untuk menjadi reseller ke pihak lain.
  5. Agen tidak selalu berbentuk badan usaha atau tidak memiliki izin usaha. Sistem pembelian barang atau jasa yang disediakan termasuk.
  6. sistem pembatalan atau pembelian berbasis komisi.
  7. Biasanya reseller tidak melayani pembelian konsumen langsung.
  8. Agen hanya boleh menjual produk dari satu produsen dan tidak boleh menjual produk pesaing.
  9. Hak paten dimiliki secara eksklusif oleh pihak yang mengajukannya dan tidak dapat menentukan harga barang atau jasa.

ciri-ciri ini juga berlaku untuk agen asuransi dan agen perjalanan. Mereka tidak dapat mengklaim jika mereka memiliki atau menjadi bagian dari perusahaan yang mencalonkan mereka. Mereka juga tidak dapat menetapkan biaya atau harga untuk layanan atau layanan yang mereka berikan. Dengan kata lain, mereka dikenakan biaya atau harga yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Keuntungan yang didapat dari kedua agen ini biasanya berupa komisi.

Baca juga: Pengertian Produk : Jenis-jenis, Klasifikasi Produk, Contoh dan Ciri-Cirinya

Tugas dan Tanggungjawab Agen

berikut adalah tugas dan tanggung jawab agen:

  1. Menjadi perantara untuk menjual hasil perusahaan tertentu
  2. Bertindak atas nama agen dalam pembelian dan penjualan barang
  3. uasaha yang dijalankan terbatas dalam bidang atau periode tertentu dari suatu produk industri
  4. Memberikan informasi tentang produk yang dijual (product knowledge)
  5. Memberikan layanan pelanggan dalam bentuk dukungan teknis atau saran
Penggolongan Agen

Warnadi dan Aris Triyono menggolongkan agen menjadi dua golongan, yakni agen penunjang dan agen pelengkap.

a. Agen Penunjang (Facilitating Agent)

Agen penunjang adalah agen yang aktivitasnya difokuskan pada pengiriman barang dan jasa. Agen ini bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok.

Dalam hal ini, agen penunjang bertanggung jawab untuk memindahkan barang, serta menjalin kontak langsung dengan pembeli dan penjual.

Contoh Agen penunjang:

  • Agen pengiriman grosir
  • Agen Kargo Khusus
  • Agen pembelian dan penjualan

Kegiatan yang dilakukan oleh agen penunjang ini antara lain membantu pemindahan barang agar terjalin hubungan langsung antara pembeli dan penjual. Dengan demikian, fungsi agen penunjang adalah memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok secara serentak.

b. Agen Pelengkap (Supplemental Agent)

Agen pelengkap adalah agen yang melakukan jasa pelengkap dalam pendistribusian barang. Oleh karena itu, jika ada organisasi atau pedagang lain yang tidak dapat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan distribusi barang, agen pelengkap ini dapat menggantikannya.

Layanan yang ditawarkan oleh agen pelengkap ini adalah jasa konsultasi (bimbingan), jasa keuangan, jasa informasi, serta jasa khusus.

Baca juga: Manajemen Keuangan : Pengertian, Ruang Lingkup, Tujuan, Fungsi dan Prinsip-Prinsipnya

Kelebihan dan Kekurangan Agen

Dalam setiap hal, salahsatunya dalam bidang usaha pasti terdapat keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda yang mempengaruhi kegiatan usaha. Demikian juga untuk peran agen dalam usaha. Berikut kelebihan dan kekurangan menjadi agen dalam perdagangan:

a. Kelebihan Agen

Keuntungan menjadi agen adalah:

  • Mendapatkan potensi keuntungan yang sangat besar dari penjualan
  • Tidak perlu membuat produk dengan merek sendiri.
  • Biasanya, agen tidak memiliki tujuan bisnis yang ingin dicapai.
  • Dalam hal penjualan, agen beroperasi lebih fleksibel. karena, penjualan bisa dilakukan oleh reseller
  • Hemat waktu dan uang untuk bisnis karena adanya agen yang bertanggung jawab atas distribusi barang.
b. Kekurangan Agen

Kerugian menjadi agen adalah:

  • Membutuhkan modal yang banyak karena agen membutuhkan ruangan yang cukup luas atau gudang yang lengkap.
  • Pangsa pasar dealer tidak sebesar distributor
  • Penyalur akan menanggung resiko apabila barang yang dijual kepada penyalur atau konsumen mengalami kerusakan
  • Keuntungan cenderung tidak tumbuh (stagnasi) karena tidak tercapainya tujuan.
  • Seringkali banyak agen yang tidak paham atau paham betul dengan produk yang mereka jual.

Baca juga: Business Development : Pengertian, Tugas, Skill dan Faktor Business Development

Perbedaan Agen dengan Distributor

Agen adalah pihak yang melakukan transaksi bisnis tertentu, di satu sisi menjadi jembatan antara produsen dan konsumen di sisi lain. Sedangkan distributor adalah perorangan/perusahaan yang mendistribusikan produk yang dibelinya kepada pelanggan atau pembeli.

Nathan Weinstock menyebutkan beberapa perbedaan antara agen dan distributor sebagai berikut:

  • Agen menjual barang/jasa atas nama prinsipalnya, sedangkan distributor bertindak untuk dan atas namanya sendiri.
  • Agen menuntut biaya yang dikeluarkan, sedangkan distributor bertanggung jawab sepenuhnya atas semua biaya yang dikeluarkan untuk pembelian barang.
  • Distributor membeli dan menjual untuk diri sendiri, tidak seperti agen menjualkan barang perusahaan.
  • Distributor mendapat keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual. Sedangkan keuntungan agen diperoleh berupa komisi.
  • Dalam sistem manajemen dan pembukuan, distributor bersifat otonom dan agen berhak menerbitkan tagihan secara langsung kepada pelanggan.
Jenis – jenis Agen

Berikut adalah jenis umum agen yaitu:

  • Agen umum, menyediakan banyak kategori dan barang yang berbeda berarti tidak fokus pada satu jenis barang.
  • Agen produk agro dan plastik, mensuplai produk pertanian/rempah-rempah seperti jamu, bahan kue, kacang-kacangan, selain menyediakan resin dan varietas.
  • Agen sandal, menyediakan berbagai macam sandal.
  • Agen obat, menawarkan berbagai macam obat-obatan.
  • Agen mainan, agen segala macam mainan anak
  • Agen buku, alat tulis, menyediakan buku, alat tulis segala jenis, merk.
  • Agen jual beli gas elpiji, supply gas elpiji siap mengantar dan mengambil elpiji di alamat.
  • Agen minuman, menyediakan berbagai jenis minuman ringan.

Baca juga : Struktur Proposal Bisnis dan Cara Membuatnya

Bentuk Perjanjian dengan Agen

Keberadaan agen didasarkan pada misi khusus. Tugas khusus agensi adalah mencari calon pelanggan, menyediakan layanan, menyajikan atau membujuk, merencanakan dan menargetkan, dan menetapkan prioritas klien.

Lantas seperti apa bentuk kesepakatan antara perusahaan dengan agen, kata perwakilan perusahaan tersebut? Di Indonesia, bentuk perjanjian keagenan diatur dalam Pasal 21 ayat (2) Permendag 11/2006 yang mewajibkan perusahaan untuk mengadakan perjanjian dengan agen yang diaktakan oleh notaris. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

  • Nama lengkap dan alamat kedua belah pihak yang bekerja sama.
  • Maksud dan tujuan kerjasama.
  • Jelaskan kondisi lembaga saat ini.
  • Menjelaskan jenis barang atau jasa yang dikerjasamakan.
  • Wilayah pemasaran.
  • Nyatakan dengan jelas kewajiban dan hak para pihak.
  • Otorisasi.
  • Waktu kerja sama atau kesepakatan.
  • Jelaskan cara untuk mengakhiri perjanjian.
  • Jelaskan cara-cara untuk menyelesaikan konflik.
  • Hukum yang berlaku. Waktu perpanjangan selesai.
Kesimpulan

Kata agen tidak dapat dipahami secara sederhana, karena agen memiliki jangkauan kegiatan yang luas dalam berbagai bidang, baik dari segi pekerjaan maupun fungsinya. Akan tetapi, pada prinsipnya agen adalah pelibatan dan kaki tangan suatu perusahaan atau produsen dalam pendistribusian dan pendistribusian produk bisnis, baik barang maupun jasa. Agen sama sekali tidak memiliki kekuasaan untuk menentukan harga jual barang atau jasa.

Ciri-ciri berikut ini.

  1. Area pemasarannya tidak terlalu luas.
  2. total penjualan dealer umumnya kurang dari distributor.
  3. Dealer membeli barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke agen.
  4. Reseller dapat membuka pintu untuk menjadi reseller ke pihak lain.
  5. Agen tidak selalu berbentuk badan usaha atau tidak memiliki izin usaha. Sistem pembelian barang atau jasa yang disediakan termasuk.
  6. sistem pembatalan atau pembelian berbasis komisi.
  7. Biasanya reseller tidak melayani pembelian konsumen langsung.
  8. Agen hanya boleh menjual produk dari satu produsen dan tidak boleh menjual produk pesaing.
  9. Hak paten dimiliki secara eksklusif oleh pihak yang mengajukannya dan tidak dapat menentukan harga barang atau jasa.

tugas dan tanggung jawab agen:

  1. Menjadi perantara untuk menjual hasil perusahaan tertentu
  2. Bertindak atas nama agen dalam pembelian dan penjualan barang
  3. uasaha yang dijalankan terbatas dalam bidang atau periode tertentu dari suatu produk industri
  4. Memberikan informasi tentang produk yang dijual (product knowledge)
  5. Memberikan layanan pelanggan dalam bentuk dukungan teknis atau saran

Bentuk-bentuk perjanjian agen:

  • Nama lengkap dan alamat kedua belah pihak yang bekerja sama.
  • Maksud dan tujuan kerjasama.
  • Jelaskan kondisi lembaga saat ini.
  • Menjelaskan jenis barang atau jasa yang dikerjasamakan.
  • Wilayah pemasaran.
  • Nyatakan dengan jelas kewajiban dan hak para pihak.
  • Otorisasi.
  • Waktu kerja sama atau kesepakatan.
  • Jelaskan cara untuk mengakhiri perjanjian.
  • Jelaskan cara-cara untuk menyelesaikan konflik.
  • Hukum yang berlaku. Waktu perpanjangan selesai.

Baca juga : 

 

You may also like

3 comments

Value Proposition : Definisi, Fungsi, Komponen Utama, Strukturnya 19 Desember 2022 - 09:05

[…] Baca juga: Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, perbedaan dengan Distributor […]

Reply
Struktur Proposal Bisnis dan Cara Membuatnya - FINANINSIA 21 Desember 2022 - 13:29

[…] Baca juga: Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, perbedaan dengan Distributor […]

Reply
Chief Executive Officer (CEO) : Pengertian, Tugas , dan Gajinya 2 Januari 2023 - 14:56

[…] Baca juga : Pengertian Agen, Jenis, Tugas, Ciri-Ciri, Perbedaan Dengan Distributor […]

Reply

Leave a Comment